#widgetpost{width:535px;margin-top:5px;margin-bottom: 3px;} #widgetpost li{line-height:1.3em;margin:0px;padding:0px;} #widgetpost .widget-content{padding:0;margin:0pxlist-style:none; } #widgetleft{width:255px;float:left;margin:0px} #widgetright{width:255px;float:left;margin-left:5px}

Share It

Sabtu, 12 Januari 2013

fakta dalam islam

14 Fakta Islam tidak disebarkan dengan pedang dan kekerasan

Benarkah Islam disebarkan dengan pedang dan kekerasan. Konon Islam adalah agama damai dan perdamaian, akan tetapi stereotape tentang kekerasan (pedang/senjata) selalu menghiasi benak banyak orang di dunia ini. Bagaimana Islam bisa disebut agama perdamaian jika ia disebarkan dengan pedang, dengan senjata, dengan kekerasan?
Ini adalah kecaman yang umum dari kalangan non muslim bahwa Islam tidak bakal memiliki jutaan pemeluk di seluruh dunia jika Islam tidak disebarkan dengan menggunakan kekuatan.
Artikel ini adalah bagian kedua dari serial tulisan Islam, fundamentalisme dan terorisme oleh Dr Zakir Naik.
Poin-poin berikut akan menjelaskan bahwa jauh sebelum disebarkan dengan pedang, adalah kekuatan yang melekat akan kebenaran, alasan dan logikalah yang bertanggung jawab atas derasnya penyebaran Islam.

1. Islam bermakna damai. Islam datang dari akar kata – سلام – ‘salaam’ yang bermakna damai. Ia juga bermakna penyerahan keridoan seseorang terhadap Allah SWT. Karenanya Islam adalah agama perdamaian, di mana perdamaian membutuhkan penyerahan keridoan seseorang terhadap keridhoan Sang Pencipta, Allah SWT.
2. Kadang kekuatan digunakan untuk memelihara perdamaian. Masing-masing manusia bahkan setiap manusia di dunia ini tidak begitu menyukai pemeliharan perdamaian dan harmoni. Ada banyak yang akan mengacaukannya untuk kepentingan mereka sendiri. Kadang kekuatan harus digunakan untuk memelihara perdamaian. Adalah tepat bagi alasan ini bahwa kita memiliki polisi yang menggunakan kekuatan terhadap para penjahat dan elemen anti sosial untuk memelihara perdamaian di sebuah negeri. Islam mempromosikan perdamaian. Pada saat yang sama, Islam menyuruh umatnya untuk berperang jika ada penindasan. Berperang melawan penindasan diperbolehkan, ketika itulah dibutuhkan penggunaan kekuatan. Dalam Islam kekuatan hanya boleh digunakan untuk mensyiarkan perdamaian dan keadilan.
3. Pendapat ahli sejarah De Lacy O’Leary. Jawaban terbaik tentang salah persepsi bahwa Islam disebarkan dengan pedang diberikan oleh ahli sejarah yang tercatat De Lacy O’Leary dalam buku ’Islam at the cross road’ (halaman 8):  ’Bagaimanapun sejarah menjelaskannya, bahwa legenda tentang muslim fanatik menyapu dunia dan memperjuangkan Islam pada point pedang menaklukan berbagai ras adalah salah satu mitos keanehan yang kerap terulang dari para sejarawan.’
4. Kaum muslim mengatur Spanyol selama 800 tahun. Kaum muslim telah mengatur Spanyol selama lebih kurang 800 tahun. Orang –orang muslim di Spanyol tidak pernah menggunakan pedang untuk memaksa manusia berpindah agama. Lalu tentara salib Nasrani mendatangi spanyol dan menyapu kaum muslim. (Lalu) Tiada lagi seorang muslimpun yang dapat menyerukan adzan (panggilan sholat) secara terbuka di Spanyol.
5. 14 juta orang Arab adalah Nasrani Coptic. Kaum muslim adalah pemilik Arabia selama 1400 tahun. Beberapa tahun Inggris memerintah dan beberapa tahun Perancis menguasai. Keseluruhan, muslim menguasai Arabia selama 1400 tahun. Sebelum hari ini ada 14 juta orang Arab yang merupakan Nasrani Coptik, yakni Nasrani keturunan. Jika orang Islam menggunakan pedang, nggak bakalan ada seorang Arabpun yang menyisakan Nasrani seorang pun.
6. Lebih dari 80% non-muslim di India. Muslim mengatur India selama ribuan tahun. Jika mereka mau, mereka punya kekuatan untuk memua’alafkan setiap non muslim india. Sekarang, lebih dari 80% populasi di India adalah non-muslim. Hari ini, semua orang-orang India non muslim ini menjadi saksi kuat bahwa Islam tidak disebarkan dengan pedang.
7. Indonesia dan Malaysia. Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki jumlah maksimum muslim di dunia. Mayoritas penduduk di Malaysia adalah muslim. Mungkin seseorang bertanya, Mana tentara Islam yang dtang ke kedua negeri tersebut?’